Bekasi — Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) DPC GRIB Jaya Kota Bekasi Tahun 2026 yang digelar pada 20 Agustus 2026 di Hotel Merapi Merbabu, Kota Bekasi, menghasilkan sejumlah usulan strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.
Hasil dan usulan Sidang Komisi B dibacakan oleh Ketua Komisi B, Bunda Lilik Pradukawati Yuwono, S.H., M.H., M.Kn., di hadapan pimpinan sidang RAKERCAB yang dipimpin oleh R.M. Purwadi A.S., S.H., M.H. selaku Ketua Pimpinan Sidang, Anisa, S.H. selaku Sekretaris, Joko Purwanto, S.E. selaku Wakil Ketua Pimpinan Sidang, serta Dewan Pengawas Sabarudin dan anggota M. Yusup, S.H.
Dalam pembacaan hasil sidang, Komisi B menyampaikan sejumlah usulan yang menjadi perhatian penting organisasi, antara lain penguatan Srikandi, pengembangan UMKM, program sosial anggota, serta peningkatan solidaritas dan kesejahteraan keluarga besar GRIB Jaya Kota Bekasi.
Salah satu usulan utama Komisi B adalah membentuk program sosial internal dengan semangat “Dari Kita, Untuk Kita.”
Melalui program tersebut, setiap anggota diusulkan memberikan iuran sosial sebesar Rp10.000 setiap bulan. Dana yang terkumpul nantinya diperuntukkan bagi kepentingan sosial anggota maupun keluarga anggota yang mengalami sakit, musibah, kedukaan atau kematian, serta kebutuhan sosial lainnya sesuai dengan ketentuan organisasi.
“Dari kita, untuk kita. Ketika ada anggota kita yang sakit, terkena musibah atau mengalami kedukaan, organisasi harus hadir. Jangan sampai anggota merasa sendirian ketika menghadapi persoalan,” ujar Lilik saat membacakan hasil dan usulan Komisi B.
Ia menekankan agar mekanisme pengumpulan dan penggunaan dana sosial nantinya dilakukan secara transparan, tertib dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga seluruh anggota mengetahui pengelolaannya.
Lilik juga menyoroti pentingnya penguatan Srikandi GRIB Jaya Kota Bekasi. Komisi B mengusulkan agar setiap PAC dapat mengirimkan sedikitnya dua orang kader Srikandi untuk ikut memperkuat kepengurusan Srikandi di tingkat DPC.
Menurutnya, keberadaan Srikandi merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang kuat dan solid. Keterlibatan perempuan juga harus diberikan ruang yang sama untuk berkontribusi dalam kegiatan organisasi.
“Jangan ada lagi perbedaan antara laki-laki dan wanita di dalam ormas GRIB Jaya Kota Bekasi. Kita semua adalah keluarga besar GRIB Jaya. Laki-laki dan perempuan mempunyai peran masing-masing untuk membangun dan memperkuat organisasi,” tegas Lilik.
Ia berharap seluruh PAC dapat segera melakukan pendataan dan mengirimkan kader perempuan terbaiknya untuk memperkuat Srikandi DPC. Selain program sosial dan Srikandi, Komisi B juga mengusulkan adanya perhatian khusus terhadap UMKM milik anggota GRIB Jaya.
Menurut Lilik, organisasi dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan, mempromosikan dan memperluas jaringan usaha para anggota. Dengan demikian, keberadaan organisasi tidak hanya memberikan manfaat dalam bidang sosial, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi anggota.
“Kalau ada anggota kita yang mempunyai UMKM, mari kita bantu. Kita promosikan, kita bangun jaringan dan kita berikan ruang agar usaha anggota dapat berkembang,” ujarnya.
Komisi B berharap rekomendasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai hasil persidangan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program kerja nyata DPC dan PAC.
“RAKERCAB bukan hanya tempat menyampaikan usulan. Setelah ini kita harus bekerja dan menjalankan apa yang telah kita sepakati. Organisasi harus semakin solid, bermanfaat bagi anggota dan hadir di tengah masyarakat,” pungkas Lilik.
Melalui hasil Sidang Komisi B tersebut, RAKERCAB DPC GRIB Jaya Kota Bekasi 2026 diharapkan mampu melahirkan program yang memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, pemberdayaan UMKM, penguatan Srikandi serta kebersamaan seluruh anggota, dengan semangat “Dari Kita, Untuk Kita.” Tutupnya.
( Gionk Jr & Lala )
