BEKASI, Media-krimsuskum.com — Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) DPC GRIB JAYA Kota Bekasi Tahun 2026 tidak hanya menjadi forum evaluasi organisasi, tetapi juga melahirkan sejumlah gagasan yang menyentuh langsung kepentingan anggota.
Salah satu usulan yang mendapat perhatian datang dari Komisi C RAKERCAB yang dipimpin Achmad Yani. Dalam pembahasan komisi, Achmad Yani mengusulkan program “Dari Kita Untuk Kita”, sebuah program solidaritas internal yang diharapkan menjadi bentuk nyata kepedulian seluruh keluarga besar GRIB JAYA Kota Bekasi terhadap sesama anggota.
Menurut Achmad Yani, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari besarnya jumlah anggota, tetapi juga dari sejauh mana rasa persaudaraan dan kepedulian dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kita ingin membangun semangat dari kita untuk kita. Ketika ada saudara kita sesama anggota yang sedang mengalami musibah atau sakit, organisasi harus hadir dan memberikan perhatian. Jangan sampai ada anggota yang merasa berjalan sendirian,” ujar Achmad Yani.
Dalam usulannya, Program “Dari Kita Untuk Kita” dapat diwujudkan melalui iuran wajib anggota yang dikelola secara tertib, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dana yang terkumpul nantinya diusulkan untuk digunakan membantu anggota GRIB JAYA yang mengalami kondisi tertentu, terutama anggota yang sakit, sehingga memiliki dukungan dari keluarga besar organisasi, Ujarnya.
Achmad Yani menegaskan bahwa program tersebut bukan semata-mata persoalan nominal iuran, melainkan tentang membangun budaya saling membantu di dalam organisasi.
“Nilainya mungkin tidak besar jika dilakukan sendiri, tetapi akan menjadi kekuatan besar ketika seluruh anggota ikut berpartisipasi. Ini bukan soal berapa besar yang diberikan, tetapi tentang kepedulian dan rasa persaudaraan kita,” tegasnya.
Komisi C juga mendorong agar mekanisme pengelolaan dana nantinya dibuat secara jelas, mulai dari besaran iuran, mekanisme pembayaran, pengelolaan dana, kriteria penerima bantuan hingga pelaporan penggunaan dana.
Dengan demikian, program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi gagasan, tetapi dapat dilaksanakan secara profesional dan transparan.
Selain Program “Dari Kita Untuk Kita”, Komisi C juga mengusulkan adanya evaluasi terhadap keberadaan dan pelaksanaan tugas Satgasus Raya di wilayah Kota Bekasi.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan keberadaan satuan tugas organisasi tetap berjalan sesuai fungsi, struktur, aturan organisasi dan kebutuhan di lapangan.
Achmad Yani menekankan bahwa setiap perangkat organisasi harus memiliki fungsi yang jelas dan mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan organisasi.
“Kita perlu mengevaluasi keberadaan Satgasus Raya secara menyeluruh.di kota Bekasi. Kita Bukan untuk mencari kesalahan atau menyudutkan pihak tertentu, tetapi untuk memastikan keberadaannya ,benar-benar efektif, memiliki fungsi yang jelas dan dapat mendukung program organisasi,” ungkapnya.
Menurutnya, evaluasi dapat mencakup struktur personel, pembagian tugas, koordinasi dengan DPC dan PAC, kedisiplinan serta pelaksanaan kegiatan
Usulan Komisi C tersebut mendapat perhatian karena menyentuh dua aspek penting dalam penguatan organisasi, yakni solidaritas internal dan evaluasi perangkat organisasi.
Program “Dari Kita Untuk Kita” diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata bahwa GRIB JAYA tidak hanya berbicara mengenai kebesaran organisasi, tetapi juga membangun kepedulian dari dalam.
Sementara evaluasi Satgasus Raya diharapkan dapat menjadi momentum pembenahan agar seluruh unsur organisasi bekerja lebih terarah, profesional dan sesuai dengan tugas serta tanggung jawab masing-masing.”Ungkapnya.
Achmad Yani berharap hasil pembahasan Komisi C dapat menjadi bagian dari rekomendasi RAKERCAB dan ditindaklanjuti oleh pimpinan organisasi.
“Kalau kita ingin organisasi semakin besar, maka yang harus kita bangun bukan hanya struktur, tetapi juga kepedulian. Dari anggota untuk anggota, dari kita untuk kita. Itulah arti persaudaraan yang sebenarnya,” pungkasnya.
Usulan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam RAKERCAB DPC GRIB JAYA Kota Bekasi 2026, sekaligus menunjukkan bahwa penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap anggota dan evaluasi internal yang berkelanjutan.
(MT)
