Jakarta Utara, Media-krimsuskum.com — Kebakaran melanda permukiman warga di kawasan Asrama Airud, Jalan Arjuna RT 003/RW 009, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Rabu malam (25/3/2026).
Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 10 rumah warga dan berdampak pada puluhan jiwa.
Berdasarkan data asesmen dari Pendamping Sosial Korban Bencana (PSKB) Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Utara, kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik yang dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan upaya pemadaman. Proses pendinginan dilakukan sekitar pukul 00.12 WIB, dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 01.18 WIB. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif dan aman.
Sebanyak 10 kepala keluarga (KK) dengan total 35 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Dari jumlah tersebut, terdapat 9 orang dewasa laki-laki, sementara lainnya terdiri dari perempuan dan anak-anak.

Adapun pemilik bangunan yang terdampak antara lain:
Bapak Adi Kusuma
Bapak Riski
Bapak Gede
Bapak Suryadi
Bapak Sakiran
Ibu Lusiana
Bapak Bayu
Bapak Tri
Ibu Kasminto
Bapak Panji
Dalam proses penanganan, berbagai unsur terlibat, di antaranya 13 unit pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, 1 unit dari PLN, 1 unit AGD PK3D, serta personel dari PSKB/TAGANA Sudin Sosial Jakarta Utara dan Dinas Sosial.
Selain itu, turut hadir BPBD Jakarta Utara, Satpol PP, PMI Jakarta Utara, personel Polsek, Koramil, serta PPSU kelurahan setempat.
Pemantauan langsung di lokasi kejadian juga dilakukan oleh wartawan dari Media Warta Nusantara Digital & Media-krimsuskum , Agus S., yang turut mengikuti perkembangan proses penanganan kebakaran hingga situasi dinyatakan aman dan terkendali.
Hingga saat ini, para korban terdampak masih dalam pendataan dan mendapatkan penanganan dari petugas terkait. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar juga mulai disalurkan guna meringankan beban para korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.
Pemerintah setempat mengimbau warga untuk rutin memeriksa kondisi kelistrikan di rumah masing-masing guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(AGUS S )
