Jakarta, Media-krimsuskum.com — Kegiatan halal bihalal kaum buruh yang berlangsung penuh kehangatan dan semangat kebersamaan digelar di GJU Gelanggang, Jakarta Utara, pada 19 April 2026.
Acara ini menjadi momentum penting bagi para pekerja untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pemerintah.

Kehadiran Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut. Tampak ratusan buruh menghadiri acara dengan penuh antusias, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental pasca Idulfitri.
Mengusung tema kebersamaan dan persatuan kaum buruh sebagaimana terlihat dalam Spanduk.Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah penyampaian berbagai aspirasi terkait kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Habiburokhman menegaskan bahwa negara harus hadir dalam menjamin keadilan hukum bagi buruh. Ia menyampaikan bahwa Komisi III DPR RI memiliki peran penting dalam mengawasi penegakan hukum agar berpihak pada masyarakat, termasuk kaum pekerja.
“Buruh adalah tulang punggung bangsa. Negara wajib memberikan perlindungan dan keadilan hukum bagi mereka,” ujarnya di hadapan para peserta.Dalam kesempatan yang sama, salah satu pengurus buruh menyampaikan tuntutan kepada pemerintah agar sistem outsourcing atau alih daya dihapuskan.
Tuntutan ini disampaikan karena dinilai selama ini sistem tersebut kerap merugikan buruh, terutama dalam hal kepastian kerja dan perlindungan hak-hak normatif. Menanggapi hal tersebut, Habiburokhman menyatakan bahwa aspirasi tersebut akan dibawa dan dibahas di DPR RI sebagai bagian dari upaya perbaikan regulasi ketenagakerjaan.
“Tuntutan penghapusan outsourcing ini akan kami bahas di DPR RI sebagai bagian dari aspirasi buruh,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat DPR RI akan membahas sejumlah undang-undang penting, salah satunya terkait ketenagakerjaan.
Hal ini dinilai menjadi peluang bagi kaum buruh untuk mendorong perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja.
“Dalam waktu dekat, kami akan membahas beberapa undang-undang, salah satunya terkait ketenagakerjaan,” ujar Habiburokhman.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh para buruh yang hadir, yang berharap agar pembahasan undang-undang tersebut benar-benar mengakomodasi kepentingan pekerja dan memberikan perlindungan yang lebih baik di masa mendatang.
Acara halal bihalal ini juga diisi dengan dialog interaktif antara buruh dan perwakilan pemerintah, serta ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan akan masa depan buruh yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini di GJU Gelanggang Jakarta Utara, diharapkan sinergi antara buruh dan pemerintah semakin kuat, serta mampu mendorong lahirnya kebijakan yang adil dan berpihak pada kesejahteraan kaum pekerja di Indonesia.
(Agus, S)
