ACEH TIMUR, Media-krimsuskum.com – -–
Potensi lokal yang dikelola dengan tekun dapat menjadi sumber penghidupan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Hal inilah yang tergambar dari perkembangan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis produk olahan pangan organik di Desa Alue Ie Itam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur.
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), PT Medco E&P Malaka bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur turut mendorong pengembangan usaha masyarakat agar mampu tumbuh, berkembang, dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Bagi masyarakat desa, usaha pengolahan pangan bukan sekadar kegiatan menghasilkan produk. Lebih dari itu, usaha ini menjadi peluang untuk mengembangkan potensi bahan baku lokal, meningkatkan nilai tambah hasil produksi, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Yanti, warga Desa Alue Ie Itam, kepada media ini, Kamis (29/10/2026), mengungkapkan bahwa kelompok usaha masyarakat di desanya telah berhasil memproduksi produk olahan pangan berbasis bahan baku organik.
Menurut Yanti, pencapaian tersebut tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan PT Medco E&P Malaka bersama dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Pendampingan itu terus diberikan hingga kelompok usaha tersebut berhasil memperoleh sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Pemkab Aceh Timur.
“Alhamdulillah, kelompok usaha di Desa Alue Ie Itam sudah berhasil memproduksi produk olahan pangan berbahan baku organik. Kami juga terus mendapatkan pendampingan hingga berhasil memperoleh sertifikasi PIRT. Dengan adanya sertifikasi ini, kami berharap produk yang dihasilkan dapat dipasarkan lebih luas dan semakin dikenal masyarakat,” ungkap Yanti.
Sertifikasi PIRT, Langkah Penting bagi UMKM Desa
Bagi pelaku UMKM, proses pengembangan usaha tidak berhenti pada kemampuan memproduksi barang. Kualitas produk, pemenuhan persyaratan keamanan pangan, pengemasan, serta akses pemasaran juga menjadi bagian penting agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Perolehan sertifikasi PIRT menjadi salah satu tahapan penting bagi kelompok usaha tersebut dalam memenuhi persyaratan perizinan pangan industri rumah tangga sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan dukungan pembinaan dan pendampingan, pelaku UMKM diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga mutu produk, memperhatikan kebersihan selama proses produksi, serta membangun kepercayaan konsumen.
Langkah ini juga membuka kesempatan bagi produk olahan pangan lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di lingkungan sekitar maupun melalui berbagai saluran pemasaran yang sesuai dengan ketentuan.
Sinergi Perusahaan dan Pemerintah untuk Kemandirian Masyarakat
Program CSR yang disertai pembinaan UMKM memiliki arti penting ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pendampingan yang berkelanjutan dapat membantu kelompok usaha menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengembangan produk hingga perluasan pasar.
Kolaborasi PT Medco E&P Malaka dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mendukung UMKM di Desa Alue Ie Itam menjadi salah satu contoh upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Ke depan, keberhasilan memperoleh sertifikasi PIRT diharapkan menjadi awal bagi kelompok usaha tersebut untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan nilai ekonomi produk yang dihasilkan.
Yanti berharap pendampingan terhadap UMKM masyarakat desa dapat terus berlanjut sehingga usaha yang telah dirintis tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.
Pada akhirnya, keberhasilan UMKM desa bukan hanya diukur dari banyaknya produk yang dihasilkan, melainkan juga dari kemampuan usaha tersebut menciptakan peluang ekonomi, meningkatkan kemandirian masyarakat, dan tumbuh secara berkelanjutan.
Dari Desa Alue Ie Itam, upaya mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai menjadi gambaran bahwa pemberdayaan masyarakat, ketika didukung pendampingan dan kerja sama yang baik, dapat membuka jalan menuju ekonomi desa yang lebih kuat.
(Iwan)
