KOTA BEKASI,Media-krimsuskum.com — Dalam upaya mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, ramah, serta mendukung tumbuh kembang anak, RW 021, Kelurahan Kaliabang, Tengah Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengikuti kegiatan Lomba Kelurahan Layak Anak bertempat di Masjid Nurul Falah, RT 011/RW 021.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Hadir dalam kesempatan itu Ibu Kartika dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi beserta jajaran. Kehadiran Ibu Kartika sekaligus mewakili Ibu Wiwiek Hargono, istri Wali Kota Bekasi, yang berhalangan hadir karena adanya tugas mendadak yang tidak dapat ditinggalkan sebagai Tim Penilai.
Turut hadir Camat Bekasi Utara, para lurah se-Kecamatan Bekasi Utara, Ketua RW 021 Bapak Mario, seluruh Ketua RT di lingkungan RW 021, serta Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat Bapak Gunawan. Kegiatan ini juga dihadiri ibu-ibu dari unsur PKK, Posyandu, kelompok pengajian, masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini aktif mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan di lingkungan RW 021.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa upaya mewujudkan wilayah layak anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pengurus wilayah, kader, tokoh agama, orang tua, hingga seluruh warga.
Dalam sambutannya, Ibu Kartika menyampaikan pentingnya membangun lingkungan yang benar-benar memperhatikan kebutuhan, hak, keselamatan, serta masa depan anak-anak. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan wilayah layak anak tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.
Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian, kasih sayang, perlindungan, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, lingkungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan beriringan dalam menciptakan suasana yang mendukung perkembangan fisik, mental, sosial, dan pendidikan anak.
Lingkungan layak anak juga perlu terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, perundungan, serta tindakan yang dapat mengancam keselamatan dan masa depan anak. Orang tua dan masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas anak, pergaulan mereka, pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan hak-hak anak di lingkungan tempat tinggal.
Lebih lanjut, keterlibatan kader PKK, Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pengurus RT/RW dinilai memiliki peranan penting karena mereka berinteraksi langsung dengan keluarga dan anak-anak di lingkungan masing-masing.
Melalui kerja sama tersebut, diharapkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan perlindungan anak dapat lebih cepat diketahui dan ditangani sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Masyarakat juga diharapkan tidak bersikap acuh apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun tumbuh kembang anak.
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun wilayah layak anak harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, tempat tinggal, sekolah, tempat ibadah, dan ruang publik yang digunakan anak-anak setiap hari.
Sementara itu, Ketua RW 021, Bapak Mario, aktif Mendorong. Kebersamaan Warga, menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebagai pengurus wilayah, Bapak Mario dinilai memiliki peran dalam menggerakkan partisipasi masyarakat dan mendorong keterlibatan para Ketua RT serta berbagai kelompok kegiatan warga.
Keterlibatan Ketua RW 021 bersama para Ketua RT menunjukkan pentingnya koordinasi di tingkat lingkungan dalam mendukung program pemerintah. Sebab, berbagai upaya pembangunan masyarakat akan lebih mudah terlaksana apabila terdapat komunikasi yang baik antara pengurus wilayah, warga, dan instansi terkait.
Dalam konteks Lomba Kelurahan Layak Anak, dukungan pengurus RW dan RT dibutuhkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak, menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong keluarga agar memberikan perhatian yang cukup terhadap kebutuhan anak-anak.
Mario juga dikenal aktif mendampingi berbagai kegiatan di lingkungan RW maupun kegiatan yang berkaitan dengan kelurahan. Kehadiran dan keterlibatan pengurus wilayah dalam kegiatan kemasyarakatan menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi, memperkuat kekompakan, serta mendorong warga agar berpartisipasi dalam program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan lomba saja, tetapi dapat terus dilanjutkan melalui kegiatan rutin yang melibatkan warga, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, kebersihan, keamanan lingkungan, dan perlindungan anak.
Peran aktif para Ketua RT se-RW 021 juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Mereka merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat yang berhadapan langsung dengan kebutuhan warga. Melalui koordinasi yang baik, berbagai program dapat disosialisasikan secara lebih luas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, pembinaan karakter, dan penguatan hubungan antarwarga. Dalam lingkungan yang layak anak, tempat ibadah dapat mengambil peran melalui kegiatan positif yang mendidik, membangun akhlak, serta menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan sejak usia dini.
Masjid Nurul Falah sebagai lokasi kegiatan memperlihatkan pentingnya sinergi antara unsur keagamaan, pemerintahan, dan masyarakat.
Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, diharapkan masjid dan fasilitas umum lainnya dapat menjadi ruang yang nyaman dan aman bagi masyarakat, termasuk anak-anak, untuk mengikuti kegiatan yang bermanfaat.
Kebersamaan antara pengurus masjid, pengurus RW dan RT, kader PKK, Posyandu, serta kelompok pengajian menjadi modal sosial yang perlu terus dijaga. Apabila seluruh unsur masyarakat bergerak bersama, upaya menciptakan lingkungan yang peduli terhadap anak akan semakin kuat.
Kehadiran ibu-ibu dari unsur PKK dan Posyandu juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan Lomba Kelurahan Layak Anak RW 021. Kedua unsur tersebut memiliki peranan penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat.
Melalui kegiatan PKK, masyarakat dapat didorong untuk meningkatkan ketahanan keluarga, memperhatikan pola asuh, membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta menciptakan suasana rumah yang harmonis.
Sementara itu, Posyandu menjadi salah satu sarana penting untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian edukasi kesehatan, serta peningkatan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan sejak dini.
Keterlibatan para kader yang selama ini bekerja di tengah masyarakat merupakan kekuatan tersendiri dalam mendukung program pembangunan. Mereka tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan, tetapi juga berperan menyampaikan informasi dan mengajak warga agar lebih peduli terhadap kebutuhan keluarga dan anak-anak.
Kelompok pengajian dan unsur masyarakat lainnya juga dapat berkontribusi melalui edukasi mengenai nilai-nilai moral, kepedulian sosial, penghormatan terhadap sesama, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan.
Dengan demikian, program Lomba kelurahan layak anak diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, bukan hanya program yang dilaksanakan ketika ada penilaian atau perlombaan.
Pelaksanaan Lomba Kelurahan Layak Anak di RW 021 menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa anak merupakan bagian penting dari pembangunan lingkungan. Setiap anak berhak memperoleh perlindungan, pendidikan, kesehatan, kasih sayang, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya.
Lingkungan yang layak bagi anak juga membutuhkan perhatian terhadap kebersihan, ketersediaan ruang bermain yang aman, hubungan sosial yang harmonis, serta kepedulian warga terhadap kondisi di sekitarnya.
Selain itu, masyarakat perlu membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua, pengurus RT/RW, kader, dan pihak terkait agar berbagai persoalan yang menyangkut anak dapat ditangani secara tepat. Apabila ditemukan dugaan kekerasan atau tindakan yang membahayakan anak, masyarakat diharapkan berani melaporkan melalui saluran yang berwenang dengan tetap mengutamakan keselamatan dan privasi anak.
Upaya tersebut membutuhkan konsistensi dan kerja sama. Sebab, keberhasilan membangun lingkungan layak anak tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, melainkan juga oleh sejauh mana nilai-nilai perlindungan anak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Camat Bekasi Utara, para lurah, jajaran DP3A Kota Bekasi, Ketua RW 021, para Ketua RT, BKM serta unsur PKK, Posyandu, pengajian, dan masyarakat menjadi gambaran pentingnya kolaborasi dalam mendukung program tersebut.
Melalui kegiatan ini, RW 021 Kelurahan Kaliabang Tengah diharapkan dapat terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, nyaman, dan ramah bagi anak-anak.
Sinergi antara pemerintah, pengurus wilayah, kader, tokoh agama, dan warga merupakan modal utama untuk membangun lingkungan yang tidak hanya aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi penerus.
Kegiatan Lomba Kelurahan Layak Anak tersebut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial. Dengan keterlibatan semua pihak, perlindungan serta pemenuhan hak anak dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Pada akhirnya, keberhasilan menciptakan lingkungan layak anak bukan semata-mata tentang memperoleh penilaian terbaik dalam sebuah perlombaan. Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah memastikan setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang memberikan rasa aman, kasih sayang, kesempatan belajar, serta dukungan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Dari Masjid Nurul Falah Rt 11, RW 021Perumahan Alinda Kencana Kelurahan Kaliabang Tengah semangat kebersamaan diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan nyata untuk mewujudkan lingkungan yang peduli, melindungi, dan ramah terhadap anak.
(Yus A)
