ACEH TIMUR , Media-krimsuskum.com -–
Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Aceh Timur kembali mendapat sorotan. Masyarakat di Kecamatan Peureulak dan Idi Rayeuk ,juga Nurussalam mengeluhkan distribusi air bersih yang disebut jarang mengalir dan tidak lancar akibat rusak pompa,dan terkadang Direktur PDAM juga sering bilang listrik tidak stabil.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, terutama untuk memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Masyarakat Peureulak dan Idi Rayeuk juga Nurussalam meminta Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,S.H.I, M.S.I agar tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas untuk membenahi pelayanan PDAM.
Warga menilai persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurut mereka, pelanggan tetap dibebankan pembayaran tagihan sehingga pelayanan air seharusnya diberikan secara layak dan berkesinambungan.
“Bupati harus lebih garang dalam menyikapi persoalan ini. Jangan sampai masyarakat terus mengeluhkan air PDAM yang jarang hidup. Kalau manajemen tidak mampu memperbaiki pelayanan, kami meminta dilakukan evaluasi secara tegas,” ujar salah seorang warga .
Bahkan, masyarakat meminta Bupati Aceh Timur mengevaluasi kinerja Direktur PDAM Aceh Timur. Jika hasil evaluasi menunjukkan pimpinan perusahaan tidak mampu meningkatkan pelayanan, warga meminta Bupati mempertimbangkan pergantian atau pencopotan Direktur PDAM sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau memang tidak mampu membenahi pelayanan, kami meminta Direktur PDAM diganti. Masyarakat membutuhkan solusi nyata, bukan hanya janji,” tegas warga.
Warga Peureulak dan Idi Rayeuk juga nurussalam meminta PDAM memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab air sering tidak mengalir, termasuk kondisi jaringan, sumber air, sistem distribusi, serta langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Masyarakat berharap Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky segera memanggil jajaran manajemen PDAM untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka meminta persoalan distribusi air bersih tidak dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Saat media ini wawancara
pihak PDAM Aceh Timur mengatakan pompa lagi rusak,air hidup satu pompa jadi belum stabil, kita usahakan hidup air giliran,padahal sampai saat ini air hidup seperti air kencing.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan sehingga pelayanan air bersih dapat kembali normal dan hak pelanggan untuk memperoleh pelayanan yang baik dapat terpenuhi.
(I)
